Minggu, 01 April 2012

SMART HOLIDAY

Sarasehan KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja) dulu...

Acara ini sudah lama sebenarnya. Dilaksanakan ketika liburan semester ganjil lalu. Awal Januari 2012. Tepatnya 3-4 Januari 2012. Acara ini untuk mengisi liburan anak-anak hebat itu. Selain untuk memperkenalkan "hal baru" bernama outbond dan sex education. 

Tanggal 3 Januari itu, kami memulainya dengan sarasehan KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja). Acara ini dilaksanakan di ruang kelas SDN. Ngepung 1 dan tentu saja yang diundang adalah anak-anak usia remaja. Acara dimulai setelah maghrib dan subhaanalloh, yang datang sekitar 30 remaja. Mereka mendapatkan pemaparan tentang reproduksi sekaligus bahaya-bahaya sex bebas. Mungkin ada yang bertanya, untuk apa semua itu disampaikan pada anak-anak yang tinggal di tengah hutan, di tengah lingkungan yang "undereducation"...Jangan salah teman...di tempat yang terpencil itu, dimana kita mungkin menyangka remaja disana lugu dan pemalu...Uppss..mungkin itu dulu, sebelum listrik masuk ke wilayah mereka, sehingga TV dan HP belum mempengaruhi pergaulan mereka. Tapi sekarang..anak-anak itu- remaja disana- bisa melihat dan menyaksikan bagaimana "anak-anak kota" bergaul, berinteraksi dan mereka bisa menirunya. Walhasil, yang namanya kasus MBA (married by accident) atau perselingkuhan pernah terjadi pada remaja maupun penduduk disana.. (sedih.com)

Maka dari itu, tim MAIL menganggap penting memberi pemahaman tentang reproduksi, bahaya sex bebas dan bagaimana menghindari sex bebas itu. Dan kegiatan sarasehan tanggal 3 Januari malam itulah jawabannya. Begitu masuk acara "inti", pserta dibagi dua dan menempati 2 ruangan yang berbeda. Yang perempuan mendapatkan pemaparan dari saya, sedang yang laki-laki mendapat pemaparan dari Indra-yang merupakan relawan MAIL sekaligus relawan PMI Jombang. Kami menggunakan "tenaga" kami sendiri, karena memang kami ingin menghemat biaya, sekaligus menghemat prosedur, pun memudahkan kami sehingga tidak mengantar-jemput pembicara karena perjalanannya itu...belum tentu sanggup dihadapi semua orang.

Alhamdulillah, acara berjalan baik. Dari peserta perempuan, terlihat sekali mereka semakin ingin menjaga diri dan berusaha menghindari sex bebas. Semoga saja...
#berharap kegiatan ini ada lanjutannya...mudah-mudahan ya...#

Kamis, 19 Januari 2012

Episode Kecacil….. Rabu, 23 Nopember 2011.

Hari ini istimewa, karena personil dari Jombang bisa berangkat semua. Namun, tetap saja ada satu kendala, karena yang berangkat 5 orang dan ganjil (3 perempuan dan 2 laki-laki), sedang motornya hanya 3…maka pemberangkatan harus diatur, layaknya orang pergi haji…(hehehe..*lebay.com). Rencananya, aku berboncengan dengan Lilik atau Nisa dengan varioku. Mardi dan Indra menggunakan motornya Mardi dan motor Indra dipakai oleh salah satu Nisa atau Lilik. Kami janjian di Sengon untuk bertemu.     Tapi, Nisa ternyata terhambat dalam perjalanan dari angkot menuju Sengon, padahal waktu sudah hampir setengah satu dan mendung mulai tampak di langit bagian barat dan selatan.     Akhirnya Mardi dan Indra berangkat lebih dulu, dengan motornya Mardi. Sedang aku menemani Lilik menunggu Nisa. Ternyata sampai setengah satu lebih, Nisa belum juga tiba, ditelpon tidak diangkat…Ya…mendungnya sudah bertambah gelap. Dan, kuputuskan untuk berangkat lebih dulu, sedangkan Lilik menunggu Nisa dengan motornya Indra. Aku hanya mengkhawatirkan perjalanan yang terhambat karena hujan dan menyebabkan kami terlambat sampai di balai desa sumbermiri.     Bismillah, aku berangkat seorang diri, dan ini pengalaman pertama bersepeda motor sendirian ke sumbermiri. Langit tambah gelap…     Sesampai di Bandar Kedung Mulyo, rintik-rintik hujan mulai turun, kupaksakan tetap melaju, ternyata tambah deras. Akupun berhenti dan memakai jas hujan..kukabari Lilik bahwa di Bandar Kemul sudah hujan dan memintanya berhati-hati. Aku melanjutkan perjalanan di tengah hujan deras dan deburan angin.     Melewati Kertosono, menuju Lengkong, hujan bertambah deras, ada keinginan untuk berhenti karena pandanganku mulai terganggu…tapi semua sudah terlanjur…terlanjur separuh jalan, terlanjur basah, terlanjur berhujan-hujan…ya lanjut saja… Alhamdulillah, sampai di sekitar desa Ketandan, hujan mereda, walaupun mendung masih merata. Mudah-mudahan saat menanjak di Bangle nanti baik-baik saja..     Ternyata, ALLAH Memudahkan perjalanan seorang diri ini. Jalan sepanjang hutan yang sempat kutakuti (karena pernah terjatuh bersama Lilik setelah hujan), ternyata dapat “kutaklukkan”…Dan…Subhanalloh..suasana hutan di tengah cuaca mendung ini begitu syahdu…Cantik, indah, menentramkan hati…Satu saat aku berencana menghabiskan waktu untuk tafakkkur di tengah-tengahnya…sunyi sekali, mungkin seperti ini rasanya kesendirian yang sesungguhnya…Asal ALLAH tetap bersama kita, rasanya tak mengapa…     O..ya, Indah dan Agus berhalangan BBM. Indah ke Jombang untuk kuliah pengganti, sedangkan Agus, setiap Rabu memang tidak bisa ikut BBM karena mengajar di Bimbel di Kertosono.     BBM berjalan seperti biasa…di tengah rintik gerimis…sholat ashar juga seperti biasa dan kami melanjutkan BBM setelah sholat…Baru berjalan seperempat jam setelah sholat, BBM tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran sebuah motor yang mengangkut daun-daun yang diparkir di gerbang halaman balai desa… Anak-anak berteriak “Kecacil! Kecacil! Kecacil!!!” dan mereka berlarian menghampiri motor itu…Ajaib!!! Hampir semua berteriak kegirangan seperti menemukan tambang emas…(hehehe…lebay dikit*)..     Nisa yang penasaran dan Mardi yang membawa handycam, menghampiri motor tersebut, memperhatikan dan mengamati apa yang sebenarnya dipanggil-panggil “kecacil” oleh anak-anak itu….     ! Aha!! Ternyata itu adalah tanaman di hutan, yang berbuah hijau kecil-kecil. Jika kulitnya dibuka, ditemukan buah berwarna kekuningan yang rasanya………….. kecuuuuutttt……     Aku, Indra, Lilik, Nisa, dan Mardi yang baru pertama kali melihat buah “ajaib” itu ikut mencicipi sambil tertawa-tawa sipit menahan kecutnya buah….(buah kaya gini bisa jadi rebutannya anak-anak???...). Kami berlima akhirnya sepakat bahwa ini buah langka, yang hanya bisa ditemukan di hutan, entah apa namanya dalam dunia botani ato bahasa Inggris, yang jelas penduduk Sumbermiri menyebutnya KECACIL…     Kecacil, oh kecacil………

Minggu, 01 Januari 2012

Memulai Kembali...

Sebenarnya, beberapa waktu belakangan ini banyak banget yang mau diceritakan lewat blog ini,
Tapi....susahnya mencari waktu untuk menulis..Mudah-mudahan mulai sekarang bisa dirutinkan,
karena keberadaan dan kesinambungan blog ini juga berperan sebagai bentuk transparansi dajn akuntabilitas kami terhadap para "investor" yang baik hati...
Salam...