Kamis, 18 Agustus 2011

Selayang Pandang Sumber Miri

  24 Juli 2011 Tim MAIL berangkat menuju Sumber Miri untuk silaturrahim ke rumahnya Indah. Sekaligus untuk melobi Pemerintah Desa setempat terkait rencana pendirian Rumah Belajar. Rasa percaya diri Tim MAIL sangat tinggi mengingat misi acara yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat adalah Pondok Ramadhan. Program dalam kegiatan ini meliputi buka bersama, training motivasi, game sains, nonton bareng film, dan lain-lain.
  Tim MAIL berangkat dengan menggunakan kendaraan mobil. Sampai Kertosono dan Baron perjalanan masih lancar. Tetapi ketika sudah memasuki kecamatan Lengkong laju mobil sedikit terganggu karena kondisi jalan yang rusak parah. Aspal yang hancur akibat tanah yang bergerak. Terlihat selama perjalanan tidak ada lampu penerangan jalan. Praktis saat malam hari tiba, jalanan dari Lengkong menuju Sumber Miri sangatlah gelap.

   
  Keadaan alam di Sumber Miri merupakan kawasan hutan jati dengan kondisi tanah yang gersang. Hal ini disebabkan karena jenis tanah yang dimiliki desa ini adalah tanah kapur. Kondisi jalan aspal yang rusak parah membuat pengendara yang melewati jalan ini harus ekstra hati-hati. Tidak ada penerangan jalan sehingga sangat rawan terjadinya tindak kejahatan.

  Butuh waktu 1 jam dari Ketosono untuk menuju Lengkong, sampai Lengkong butuh 1 jam lagi untuk menuju Sumber Miri. Lamanya waktu disebabkan karena laju mobil tidak bisa berjalan dengan cepat. Sebab mobil harus melewati jalan yang penuh dengan bebatuan seperti foto yang ada diatas.
  

Selasa, 16 Agustus 2011

Merintis Konsep Pertama

 
Tim MAIL perempuan
(Susi, Nisa, Bunda Sari, Lilik)
  
  Semua berawal di bulan Juni 2011, ketika bunda Sari menggagas sebuah pertemuan kecil di Warung Empog, Sengon, Jombang. Sambil makan, peserta yang hadir dalam pertemuan sore itu berjumlah 6 orang akhirnya berdiskusi panjang lebar mengenai banyak hal yang berkembang di masyarakat. Diskusi pertama membicarakan tentang film indie. Kami yang saat itu belum memiliki nama Tim mencoba untuk memproduksi film indie. Tema dalam film indie tersebut pun ditentukan, yakni Pendidikan.
  Diskusi terus berjalan dan akhirnya sampailah pada rencana untuk mendirikan Rumah Belajar di sebuah desa terpencil. Saat itu kami mengalami stagnasi, bingung mana yang harus didahulukan; Film indie ataukah Rumah Belajar. Sampailah pada sebuah keputusan, yang harus didahulukan adalah Rumah Belajar. Sedangkan film indie bisa diproses setelah rumah belajar berdiri. Dalam konsep yang disepakati, cerita dalam film indie tersebut mengangkat tentang suka duka dalam merintis rumah belajar tersebut. Di akhir pertemuan, kami sepakat untuk menggelar pertemuan kedua. Hal-hal yang akan dibahas dalam pertemuan kedua nanti adalah menentukan tempat dimana Rumah Belajar itu akan didirikan.

  Pertemuan kedua digelar di warung Bakso dan Mie Ayam Cak Sabar, sebelah selatan Graha Cendekia Medika (eks.Hotel Kartika) Candimulyo, Jombang. Dalam pertemuan yang digelar siang hari itu, kami sepakat untuk memberi nama tim dengan sebutan MAIL 'Rumah Ilmu' Insan Mulia. MAIL berdiri dibawah naungan YAYASAN INSAN MULIA. Sebuah yayasan yang berada di Jombang dan bergerak di bidang sosial masyarakat.
  Saat itu MAIL Team memiliki beberapa target lokasi untuk didirikan rumah belajar. Diantaranya Mojowarno, Jombang Kota, dan terakhir Lengkong (Nganjuk). Kesepakatan akhirnya diambil dengan dipilihnya Lengkong sebagai tempat rumah belajar berdiri, dan desa yang dituju adalah Sumber Miri. Alasan dipilihnya Sumber Miri, Lengkong adalah dikarenakan kualitas SDM di Sumber Miri masih jauh tertinggal. Hal ini dapat diukur dari usia aliran listrik di desa tersebut yang baru berumur 3 tahun, tidak adanya layanan kesehatan seperti puskesmas , dan masih banyak lagi.
  Sumber Miri merupakan tanah kelahiran dari salah satu anggoa Mail Team, yaitu Indah. Indah saat ini tercatat sebagai mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Jombang angkatan 2007. Dan ia merupakan satu-satunya mahasiswa di desa tersebut. Secara otomatis jika lulus kuliah, dia akan menjadi warga desa pertama yang bergelar sarjana.

   Tempat tinggal Indah sehari-hari



Bunda Sari bersama Indah saat menjelajahi hutan di Sumber Miri

Memulai Cerita Perjuangan

Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

  Semoga rahmat dan hidayah Allah senantiasa hadir dalam dinamika kita di dunia. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah SAW beserta keluarga, sahabat, dan orang-orang yang menegakkan kebenaran dan keadilan di muka bumi ini.
   Syukur Alhamdulillah patut kami ucapkan kehadirat Allah SWT, akhrnya blog ini bisa dibuat untuk sekedar berbagi cerita bahwa masih ada saudara-saudara kita di Indonesia ini yang tertinggal dinamika kehidupannya. Mereka tinggal disebuah desa bernama Sumber Miri, kecamatan Lengkong, kabupaten Nganjuk.
  MAIL Team terdiri dari anak-anak muda yang memiliki Fighting Spirit yang tinggi dalam mewujudkan Indonesia Madani dengan memulai dari hal-hal kecil. Kami berasal dari Jombang. Ada yang masih kuliah, ada pula yang sudah lulus. Diantaranya; Bunda Sari, Nisa', Susi, Lilik, Indah, Indra, dan terakhir Mardi.
  MAIL didirikan dengan dasar keprihatinan atas kondisi masyarakat yang masih tertinggal. Bergerak di bidang Pendidikan, MAIL optimis Indonesia Madani bukan lagi mimpi. Dipilihnya Sumber Miri dikarenakan di desa tersebut merupakan tanah kelahiran dari salah satu anggota tim kami. Indah namanya, adalah satu-satunya mahasiswa yang berasal dari Sumber Miri. Bisa dipastikan bahwa dia akan menjadi warga Sumber Miri pertama yang bergelar Sarjana. Ia bercita-cita membangun desanya dengan menularkan ilmunya yang ia dapatkan selama menimba ilmu di Jombang. Menjalani kehidupan di desa yang serba tertinggal, Indah tak pernah mengeluh. Semua dijalani secara ikhlas dan semangat berjuang yang tinggi.
  Memajukan pendidikan di Sumber Miri bukanlah pekerjaan yang mudah buat Indah. Segudang tantangan siap menghadang laju tapak kaki. Untuk mewujudkan itu semua, Indah tidak bisa bekerja sendirian. Berawal dari cerita ini, kami sepakat untuk mendirikan rumah belajar disana. Cita-cita kami adalah menyediakan layanan pendidikan secara gratis untuk masyarakat Sumber Miri, dan layanan pendidikan itu kami beri nama MAIL 'Rumah Ilmu' Insan Mulia Education&Training Center.